Apa yang kau perbuat dengan talentamu? — RENUNGAN KRISTEN

“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” Roma 11: 36 Dalam kehidupan ini, mereka yang berhasil dalam karir adalah orang-orang yang bisa menghasilkan sesuatu yang baik dalam pekerjaannya. Lebih dari itu, mereka adalah orang-orang yang bisa menunjukkan apa hasil pekerjaan mereka. Orang yang berhasil adalah […]

melalui Apa yang kau perbuat dengan talentamu? — RENUNGAN KRISTEN

Advertisements

Kita Adalah Guru & Murud Atas Sekolah Kehidupan Kita

Seperti yang tertulis pada judul di atas bahwa memang benar adanya bahwa kitala guru dan murud atas segala hitam-putuhnya kehidupan kita.

Mengapa Tuhan menaruh pengetahuan tentang yang baik dan buruk di tengah-tengah taman lalu mengatakan kepada kita bahwa, “segala yang ada boleh kau sentuh dan memakan yang dapat di manakan tetapi t i d a k pada pohon yang berada di tengah-tengah taman itu tidaklah kau memakannya”.

Kita bukanlah robut yang selalu dikontrol oleh Tuhan dalam segala aktivitas kehidupan kita. Yang dikehendaki oleh-Nya hanyalah K E T A A T A N kita. Jadi, sudahkah anda taat kepada Tuhan?

Kitalah guru dan murud atas segala laku kita. Kehidupan ialah materinya; waktu ialah jadwalnya; andalah pengajar dan pelajarnya.

Ajarilah diri anda selagi masih ada secercah harapan baginya. Jangan menunggu sebelum waktu mematikan langkah hidupmu. Dan tanamkanlah pada dirimu sikap hati seorang anak kecil agar selalu dapat diajar dalam segala hal.

Ingat, anda hanya sebatas apa yang dapat anda tangani dalam hitam-putihnya duniamu.

Salam!

IMAN ADALAH TINDAKAN

Iman adalah tindakan maka Harus bertindak bukan di saat kebahagiaan menyelimuti melainkan dalam keterpurukan pun kita harus selalu percaya bahwa Tuhan yang menempatkan keterpukurak di dalam segala aktivitas kegidupan sebagai pengasa iman makan IA pun akan menunjukannya kepada kita.

Mengucap syukurlah dalam segala hal sebab itulah y a n g dikehendaki Tuhan kepada kita (demikian kata-Nya).

Taka ada satu persoalan apapun yang tak dapat diselesaikan oleh kita bila kita selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal dan percaya bahwa mendungnya kehidupan tak akan selalu membuat bumi gersang dan tak berair. Kita hanya harus bersabar beberapa saat untuk menantikan curahan hujan kasih membasahi kehidupan kita.

Ingat, Tuhan yang melahirkan anda dalam dunia ini maka IA pun juga yanag akan menyelesaikan dan mengantarkan anda pada akhir cerita yang membahagiakan. Kembali kepada anda, apakah anda mau mengandalkan-Nya atau tidak?

Salam!

Cinta Yang Tak Mengenal Apa Itu Cinta Telah Dihidupkan Dalam Roh & Kebenaran

Tak pernah terbanyangkan betapa pedihnya perjalanan kisah cinta ini. Tepatnya pada tanggal 24/09/2012, bertempat di jalan Bekamin, Bandung, awal jumpa kita yang pertama.

Kisah yang berdurasikan air & darah di setiap lorong² kehampaan & di setiap jejak langkah yang tak terarahkan itu telah merapukan ketidakmungkinan akan berlanjutnya sebuh perjalanan cerita cinta pada saat itu.

Beranjak dari kekurangan dan kelemahan yang tak terbendung hingga sampai kepada anak tangga kehidupan sungguh suatu perjuangan yang tak terbayangkan hingga sampai kepada kesimpulan bahwa “cinta adalah kerelaan”.

Puji Tuhan, bukan sebuah alasan atau kebetulan bagi Dia (Tuhan) yang telah mempertemukan dan melahirkan cinta yang pada saat itu masih dapat dikatakan, Cinta yang tak mengenal apa itu cinta, telah dihidupkan dalam apa dan bagaimana ia berfungsi dalam roh dan kebenaran bagi Dia yang telah menciptakannya (cinta).

Sungguh suatu usia yang terbilang muda pada saat itu untuk merajut setiap helaian benang kehidipan untuk membentuk sebuah objek ketaatan di dalamnya. Kini rajutan kasih akan terpajang di dinding rumah keharmonisan yang akan selalu dan selalu berpegang-teguh pada keteguhan iman akan perngharapan. Sebaba satu hal yang kami ketahui ialah “Ia yang telah memulainya, akan menyelesaikan sampai pada akhir zaman (bca, Filipi 1:6).

Catatan:

  1. Kekurangan & Kelemahan adalah hal biasa dan dapat diubah melalui kesediaan kita kepada Tuhan; yang tak biasa ialah berlama-lama bermain di dalamnya (kekurangan & kelemahan itu sendiri).
  2. Jangan pernah menunggu sampai cinta anda berubah menjadi api yang menghanguskan; temui dan kenalilah apa itu cinta dan bagaimana ia berfungsi dalam roh dan kebenaran.
  3. Rasa takut hanya berguna bagi mereka yang tak mau belajar dan bertumbuh di dalamnya
  4. Ingat, Tak ada cinta yang sempurna; kesempurnaan akan tercipta pada saat keduanya mau belajar, belajar, & belajar untuk menyempurnakan coretan tinta cinta pada sehelai kain sura.

Bandung, 24/09/2012=>Bandung, 24/09/2018

Hiduplah Dalam-Nya & Jangan Gila Akan Kehormatan/Nama Baik

Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya. Yohanes 7:18 TB

Salah satu pengalaman terbesar sepanjang sejarah yang dapat kita petik dari berbagai tokoh-tokoh rohaniawan/wati yang baik dan yang tanpa memikirkan kepentingan diri snediri dan telah menjadi buah teladan di mana kita harus mencontohinya.

Mother Teresa. Bunda Teresa, dikenal sebagai Santa Teresa dari Kalkuta oleh Gereja Katolik setelah dikanonisasi. Selama lebih dari 47 tahun, ia melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat, sementara membimbing ekspansi Misionaris Cinta Kasih yang pertama di seluruh India dan selanjutnya di negara lain. Setelah kematiannya, ia mendapat gelar beata (blessed dalam bahasa Inggris) oleh Paus Yohanes Paulus II dan diberi gelar Beata. https://id.wikipedia.org/wiki/Bunda_Teresa

Salah satu perkataan yang mengharukan bagi jiwa saya pada saat ia berkata “Aku adalah sebuah pencil di tangan-Nya” itu telah mengingatkan saya pada pergerakan dari setiap anak muda generasi di zama yang dipenuhi dengan ambisiusme yang haus akan kekuasaan, jabatan, dan kedudukan.

Apabila kita mau mengikuti buah dari salah satu tokoh ini (Bunda Teresa) makan bukan sebuah hal yang mungkin untuk sebuah perubahan 5 tahun perkembangan dan pertumbuhan pada generasi kita secara tubuh, jiwa, & roh. Yesus sendiri telah mengatakan bahwa “anak manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani  (Matius 20:28)”.

Dapatkah kita melayani bagi kemuliaan Tuhan yang telah menetapkan suku & bahasa, budaya & tradisi, Negara & bangsa? 

Jangan kita membiarkan haus kekuasaan atau hal mencari nama baik/hormat menjadi tradisi dalam setiap lini kehidupan kita. Bangsa itu bermula dari laki-laki dan perempuan; dikembangkan dalam satu keluarga untuk melahirkan satu generasi dan dikembangkan lagi dalam satu negara atau bangsa dan kemudian menjadi dunia. Jikalau kita yang telah menetapkan standard kehidupan untuk hidup dalam budaya “siapa kuat dia yang menang” dan bukan untuk kemuliaan Tuhan maka hidup kita telah dituntun oleh dunia ini.

Sebagai ayat referensi, bacalah:

  1. Matius 6:3 (Perbuatan baik itu janganlah diketahui oleh tangan kananmu)
  2. Kolose 3:2 (Janganlah bagi kita untuk mencari kekuasaan di bumi, tetapi carilah perkara yang ada di atas)
  3. Matius 6:33 (Utamakanlah Tuhan dalam aktivitasmu makan ia akan menambahkan apa yang baik bagimu)
  4. Yohanes 4:14 (Minumlah darah-Nya dan makanlah daging-Nya maka engkau tak akan haus ataupun lapar lagi)
  5. Yohanes 15:5 ( Tinggal dan hiduplah dalam-Nya)